Masjid Bukan Tempat Penyebaran Radikalisme
Share0
Pengebom Di Polresta Medan Tidak Berkaitan dengan Radikalisme
Bom yang terjadi di Medan Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan bahwa pengebom di Polresta Medan tersebut mengetahui dan belajarnya melalui internet. Menurutnya pelaku bom yang terjadi di Polresta Medan tidak ada kaitan dengan penyebaran radikalisme di Masjid. Diduga pelaku tersebut oleh Jusuf Kalla yang belajar melalui internet seperti youtube.
Menurut JK ia mengatakan bahwa di masjid itu akan sangat
aman. Namun pelaku pengebom kemarin yang terjadi di Medan itu merupakan orang
yang belajar dari internet. Ia meyakinkan 99 persen bahwa masjid itu aman. Ia
juga mengatakan bahwa radikalisme itu bukan di masjid.
Pantauan terhadap JK yang mengucapkan itu berdasarkan informasi yang didapatkan dari tim cerita.co.id saat di kantor Palang Merah Indonesia, Yogyakarta, Jumat (15/11/2019). Ia meyakini dengan tegas bahwa pelaku bom bunuh diri tersebut ia pelajari sendiri di dunia maya.
Ledakan Bom Medan Tidak Ada Kaitan dengan Radikalisme
Namun dari hasil yang ditangkap seorang Rabbial Muslim Nasution yang memiliki kreatifitas terhadap merakit bom yang tidak dapat dari keatifannya sehingga bom tersebut meledak yang dipelajari melalui video atau akun youtube yang sudah tersebar di dunia maya.
Terjadinbya Ledakan Bom Tidak Berkaitan dengan Radikalisme
Dengan yakin bahwa JK juga mengatakan dirinya bahwa dunia
internet yang sekarang ini sudah semakin canggih. Ia meyakini bahwa perakit bom
tersebut dapat dilakukan oleh seorang Rabbial yang menggunakan media youtube
untuk mempelajarinya.




